Rabu, Mei 04, 2011

Tribute to My Lil' Bro'

Oleh alul di 20:35
Magelang @26042011

Congratulation, Rush and Momoko.
Semoga SAMARA.
Semoga semakin dewasa karena kalian memiliki tanggung jawab baru.

Adik saya berani memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya di usia yang bagi laki-laki bisa dibilang belum bisa berpikir dewasa, salut. Di saat emosi masih labil, masih suka ngambek, hehe. Tanggung jawab itu yang akan mengajarinya.

Segala kebutuhan dipersiapkan serba 'online' karena kami semua tinggal di lokasi yang terpisah jarak dan pulau. Syukurlah tidak ada kendala yang berarti. Calon kakak ipar bertugas untuk koordinasi tentang undangan, katering, souvenir, dan make-up. Saya mendapat bagian koordinasi dokumentasi dan desain mahar. Sisanya dibantu oleh keluarga besar.

Sesuai slogan saya "Why should I buy if I can make it myself" dan bekal kursus origami kecil-kecilan dari sahabat saya Ryomantic, maka saya rangkai beberapa lembar uang kertas dan beberapa keping uang logam sehingga berjumlah Rp. 260.411,- serta membentuk pola masjid kecil. Kalau bingkai maharnya saya serahkan kepada ahlinya a.k.a. saya pesan khusus (ukuran 50 cm x 50 cm) di pengrajin pigura langganan yang memiliki workshop di dekat kampus UGM.

Perlengkapan dan bahan-bahan yang saya gunakan berupa:
  1. Pensil dan penggaris
  2. Kertas daur ulang warna krem sebagai latar belakang pola
  3. Double tape, selotape, dan lem kayu
  4. Uang kertas 100.000 = 1
  5. Uang kertas 50.000 = 2
  6. Uang kertas 20.000 = 1
  7. Uang kertas 10.000 = 1
  8. Uang kertas 5.000 = 2
  9. Uang kertas 2.000 = 3
  10. Uang kertas 1.000 = 9
  11. Uang logam 500 = 10 (10 kuning + 10 putih)
  12. Uang logam 100 = 4 (1 tebal + 1 tipis + 1 kuning + 1 putih)
  13. Uang kertas 10 = 1
  14. Uang logam 1 = 1
  15. Beberapa sogok telik (saya tidak tahu istilah dalam Bahasa Indonesia apa :)
Langkah pengerjaan:
  1. Buat pola pada kertas latar belakang.
  2. Perhitungkan kebutuhan jumlah lembar atau keping uang agar bisa membentuk pola yang diinginkan.
  3. Susun uang sesuai pola. Uang kertas dapat ditempel menggunakan selotape yang telah digulung sehingga satu sisi bisa menempel pada uang dan sisi lainnya menempel pada kertas latar. Uang logam dapat ditempel menggunakan double tape. Pemilihan cara merekatkan uang ini perlu diperhatikan karena meskipun uang ini digunakan sebagai pajangan, kita tetap perlu menjaga keutuhan uang.
  4. Buat 2 kuncup kecil berbentuk hati dari 2 lembar uang kertas. Rekatkan dalam posisi kuncup di atas sebagai kuncup kubah dan menara.
  5. Sogok telik dapat direkatkan menggunakan lem kayu atau double tape. Akan tetapi saya memilih menggunakan double tape karena tidak perlu waktu lama untuk merekatkan sogok telik. Mungkin lem kayu lebih kuat.
  6. Jika semua telah tersusun rapi, periksa kembali apakah penempelannya sudah kuat.
  7. Terakhir, sematkan rangkaian ke dalam bingkai.
Sebenarnya masih ada sedikit finishing yaitu tambahan inisial nama pasangan tetapi saya lupa ambil gambarnya. Dan hasilnya....ta..da..
















Hmm...biasa saja ya?
Tidak apa-apa kalau desainnya kurang menarik atau kurang komersil (menghibur diri sendiri). Lain kali saya akan lebih meningkatkan kreativitas saya, hehe.
Desain ini saya buat dengan sepenuh hati untuk adikku tercinta. ^^

(terimakasih juga untuk suamiku)

3 komentar:

ryomantic on 16 Agustus 2011 13:30 mengatakan...

mung sekedar ngintip..lg Blog-walking..hehe.

nurvhie on 22 Agustus 2011 13:15 mengatakan...

ijin copas bahannya ya mas . thx b4

alul on 9 September 2011 22:02 mengatakan...

@ryomantic: tengkiyu bro' :hihi
@nurvhie: bahan yg mana niih, punya kejadian yg sama ya, boleh-boleh sajalah :) jgn lupa sumbernya yaah

 

Write It Down, Baby Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei