Jam 12.05 WIB.
"Hei, adzan sudah memanggil kog masih pakai headset aja?", teriak Miss Tarigan.
"Biasanya juga jam setengah satu saya baru beranjak, Bu.", ngeles deh.
Yah, gimana donk, sedang nonton Karate Kid dari Bioskop 21-5 nih.
Semakin lama lantai 2 semakin sepi, tinggal segelintir orang yang tidak wajib sholat, kecuali saya. Haha, sungguh memalukan di kantor ini jika menunda-nunda sholat.
Alhamdulillah, saya berada di antara orang-orang taat dan penuh toleransi beragama. Sampai-sampai Miss Tarigan pun peduli. Rasanya begitu damai. Saat ada agenda rapat penting pun, jika adzan memanggil peserta akan bubar untuk ke masjid atau musholla di lantai 5.
Mungkin saya

satu-satunya yang bandel, hehe. Saat dimudahkan bersuci, tempat sujud, dan jeda waktu, malah suka menunda-nunda. Padahal tidak ada pembebasan kewajiban dalam kondisi apapun sewaktu kita sehat, meskipun ketika hanya bisa tayammum karena tidak ada air, tidak ada tempat sujud sehingga hanya dengan isyarat, dan waktu tidak mau berkompromi.
Wajib hukumnya.
Ramadhan membuat kami lebih saling mengingatkan dan menghargai. Sampai jam 12.45 ternyata saya belum juga beranjak melepas headset.
"Al..", muka Miss Tarigan mengisyaratkan sesuatu sambil tangannya memperagakan gerakan takbir.
"Iya, Bu..bagi tisuenya yaa", ujarku nyengir sambil melenggang mengambil air wudhu.




0 komentar:
Poskan Komentar