
Kurang dari satu bulan lagi akan datang bulan penuh berkah, Ramadhan 1431 H. Pertemukan kami dengannya Yaa Rabb amiin, insyaalloh.
Adaptasi lagi. Tahun ini akan menjadi tahun pertama saya berpuasa di negeri orang (Jakarta-red) dan sekaligus tahun pertama berpuasa bersama suami walau hanya di akhir pekan, curcol nih ceritanya hiks. Kalau Jateng dan DIY bukan negeri orang lah.
Masih ingatkah kawan dengan tradisi JJS (jalan-jalan sore) atau orang Sunda bilang ngabuburit? Nah, biasanya sore hari menjelang buka puasa paling identik dengan acara ngabuburit.
Jadi ingat masa kuliah dulu sering menyusuri sepanjang Jakal Km. 5 dan sekitarnya untuk mencari ta'jil (kue-kue dan minuman manis untuk berbuka).
Di akhir masa jabatan saya menjadi penghuni kampus Milan, kos BePeKa, kos Terban, dan kos Lempuyangan, ikut berjualan es pisang ijo (kuliner khas Sulawesi selain Pallu Butung yang dibuat dari pisang raja, dadar tepung, fla dan sirup) menjadi kesan tersendiri. Bayangkan, di minggu pertama teman kos saya buka lapak, puluhan cup es pisang ijo tak bersisa lagi bahkan inden (weks). Memang di hari-hari pertama karena ngabuburiter belum mencoba dan belum banyak yang merekomendasikan jadi masih banyak sisa. Tapi selanjutnya, W.O.W.
Teman kos saya itu atau sebut saja namanya Kak Bianca (memang nama sebenarnya yang dibuat sedikit keren) selalu menjaga kualitas cita rasa dan pelayanan kepada pelanggan dengan penawaran harga terbaik. Kak Bianca yang berasal dari Palopo, Sulawesi yang memang pintar masak berinisiatif mengais tambahan rejeki di bulan penuh berkah ini dengan membuka lapak es pisang ijo di lembah UGM, tepatnya di depan FH.
Mantan pacar saya pun dulu ikut sibuk jadi rekan bisnisnya. Melihat pangsa pasar yang menarik dan banyaknya wajah-wajah kecewa ngabuburiter yang tidak kebagian es pisang ijo nan lezat itu, Ibunya Raka (kakak ipar saya) ikut menjadi franchise gratis dari Kak Bianca pada tahun berikutnya. Kenapa gratis? Karena memang dengan bermodal menyicipi es pisang ijo buatan Kak Bianca, Ibunya Raka bisa membuat produk yang sama lezatnya.
Dengan tetap menjaga kualitas ditambah banner yang eye catching sekaligus memperluas armada sampai bunderan dan maskam serta menambah rekan bisnis, semua cabang alhamdulillah selalu laris manis.
Saya cinta jiwa enterpreneur seperti ini.
Sayang sekali tahun ini Kak Bianca sedang konsentrasi merawat bayi mungilnya, Giswa. Ibunya Raka juga sedang konsentrasi untuk kelahiran adiknya Raka.
Kita lihat nanti siapa yang akan buka lapak es pisang ijo. Dan mari kita bandingkan kelezatannya dengan buatan 2 supercheff kita yang sedang cuti itu.
Gonna miss that moment.



0 komentar:
Poskan Komentar