Rabu, Februari 24, 2010

Terpesona Sendal Merah Maroon

Oleh alul di 11:06
Bagaimana bisa sendal jepit karet And* merah maroon menggantikan posisi sendal jepit hitam R*ndy motif macan bertahtakan swarovski? Meski ngga mahal-mahal banget tapi masih mending bisa diajak ke pesta. Mataku yang selalu tertarik dengan warna merah maroon membawaku pada setengah kesialan pada hari ini. Setengah kesialan? Kenapa cuma setengah hayooo?

Kemarin pagi, berangkat kerja kuambil sendal hitamku sambil membayangkan sorenya akan jalan-jalan ke Plangi. Karena jam 12 sudah mau pingsan kelaparan jadi makan dulu baru sholat dhuhur. Selesai sholat dhuhur, mataku langsung tertuju pada sendal jepit merah maroon dan kakiku langsung menyambarnya. Waktu ashar baru sadar, o.m.i.g.o.d, bukankah seharusnya aku memakai sendal jepit hitam (yang mending sedikit untuk ke pesta itu tuh),
bukan sendal merah (aku memang punya sendal merah dan itu seharusnya di kos). Hohoho sendal siapa yang kupakai?

Antara geli dan merasa bersalah, bisa-bisanya kakiku melakukannya. Maaf ya mbak pemilik sendal merah. Aku ingat siapa-siapa yang sholat bersamaku. Salah satunya Iyem. Langsung kukonfirmasi, dan jawabannya adalah "Engga tuh Al, aku juga sudah tanya Yol. Kog bisa to?". Tuing tuing tertukar sama siapa ya...

Aku ngga menyerah begitu saja donk, kucoba tunggu sampai jam 4 lebih sedikit, Iyem masih menemaniku waktu itu. Sambil membetulkan posisi jilbabnya, dia menyarankanku untuk mengiklaskannya. Mungkin dengan begitu sendal itu malah bisa kembali lagi. Bukan masalah ikhlas atau tidak, tapi waktunya tidak tepat. Masa' aku ke mol pakai jepit karet lagi.. :(

Hhhh...masih ingat tadi kubilang 'setengah sial'. Yup, ternyata jawaban Iyem tadi palsu. Dia menipuku. Hahahaha dasar Iyem. Ternyata dari tadi Iyem dan Yol tertawa bukan hanya karena sendalku tertukar, tapi juga karena mereka tahu jawabannya dan sukses berpura-pura.

Alhamdulillah, akhirnya bisa jalan-jalan dengan sendal hitam motif macan bertahtakan swarovski (lebay deh).

2 komentar:

@l on 2 Maret 2010 14:27 mengatakan...

belum ada yg komen, komen ndiri aja :p
akhirnya sendal hitam itu putus juga kawan, gara-gara melanjutkan tugas sebagai Laskar Senja (masuk gerbong bagai antri sembako), bye my sendal

RM. Gombal Mukiyo on 2 Maret 2010 16:00 mengatakan...

halah..halah..sesuk tak tumbaske sandal SWALLOW wae ya..awet,simple and nyaman.

 

Write It Down, Baby Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei